Review Film Masterplan

Review Film Masterplan

Komedi pencurian sebuah lukisan paling terkenal di dunia tentu bukan pekerjaan sembarangan. Perlu perhitungan matang, teknologi canggih, dan tentu saja orang-orang berpengalaman. Sayangnya, dalam Masterplan, perencanaan yang rumit terasa lebih meyakinkan daripada upaya filmnya untuk membuat penonton tertawa.

Disutradarai Thomas Vincent yang juga dikenal lewat karya serial Reacher, Masterplan merupakan film kriminal komedi yang menempatkan Stanley Tucci sebagai Roger, seorang pencuri berpengalaman dengan rencana besar untuk mencuri Mona Lisa dari museum Louvre Paris, Prancis.

Untuk mewujudkan rencananya, Roger merekrut Chiara (Simona Tabasco), seorang ahli keamanan siber, dan Jay (Victor Belmondo), spesialis bahan peledak. Namun, ternyata ketiganya diketahui memiliki hubungan darah. Mereka pun menjadi tim yang solid.

Di atas kertas, premisnya punya potensi hiburan yang menjanjikan. Namun, sejak babak awal, Vincent seperti terburu-buru melempar kartu trufnya. Menyajikan dinamika tim dan pengakuan masa lalu Roger dengan tempo yang tergesa-gesa, membuat alurnya mudah ditebak.

Beruntung, Masterplan tidak sepenuhnya kehilangan arah. Film ini masih menemukan bentuk terbaiknya ketika berfokus pada eksekusi pencurian itu sendiri. Menyaksikan jabaran persiapan strategi, permainan teknologi, hingga bagaimana mereka mengatasi komplikasi hambatan tak terduga memiliki kepuasan tersendiri.

Meski demikian, tensi yang berhasil dibangun pada aspek pencurian seolah mengendur ketika film ini juga mengejar unsur komedinya. Humor yang disajikan terasa garing dan mekanis, di mana departemen penulisan naskah tampak terlalu malas membangun timing maupun absurditas situasi yang organik.

Saya rasa beban komedi dalam film ini dipikul sendirian oleh sang aktor Stanley Tucci. Dengan pembawaan yang elok, elegan, namun tetap memancarkan kepercayaan diri yang jenaka, Tucci berhasil menghidupkan dialog-dialog yang sejatinya biasa saja, namun dibawakan dengan gestur serta mimik muka yang mengundang tawa. Kendati demikian, menyerahkan seluruh daya dorong humor pada daya pikat seorang aktor tanpa ditopang struktur naskah yang solid tentu patut disayangkan.

Pada akhirnya, Masterplan adalah sebuah heist movie yang cukup menghibur ketika bingung mencari sebuah tontonan. Rencana pencurian Mona Lisa dan proses eksekusinya menawarkan kesenangan tersendiri, meskipun jalan ceritanya relatif mudah ditebak.

Ya walaupun film ini belum mampu menyeimbangkan ketegangan pencurian dengan komedi yang benar-benar menggelitik, sementara karakter-karakternya pun belum tergali dengan baik. Setidaknya, Stanley Tucci masih menjadi alasan yang cukup kuat untuk menikmati film ini. Ia berhasil membuat materi yang biasa saja terasa lebih hidup, meski seharusnya tidak perlu bekerja sekeras itu sendirian.

Tinggalkan Komentar