Akhirnya Nyala Kembali

Saya lupa kapan terakhir kali lampu PJU itu menyala, pastinya berbulan-bulan lalu. Kebetulan posisinya berada di seberang warung ibu saya.

Bagi usaha yang beroperasi di malam hari, penerangan tentu hal yang sangat krusial. Terutama bagi pembeli dari daerah jauh yang tidak familiar dengan lokasi warung. Tidak heran jika kerap kali pembeli sambat karena terlewat atau dikira tutup setiap mau mampir.

Ya, warung ibu saya dibanding usaha serupa disekitarnya termasuk yang paling remang-remang (dalam konteks penerangan). Bahkan lampu depan pun tidak ada. Padahal diantara lampu lainya, lampu tersebut memliki peran lebih. Selain sebagai penerang, ia juga bisa menjadi penanda bagi pembeli warung tersebut sudah akan tutup. Rata-rata sih karena sudah habis, jadi calon pembeli tidak perlu berhenti dan memarkir kendaraan — bisa langsung mencari alternatif lain.

Di daerah saya, Lamongan, persoalan jalan memang masih menjadi polemik utama. Karena dibandingkan daerah tetangga, kota soto ini masih tertinggal. Ada yang jalannya sudah halus tapi penerangan minim, atau sebaliknya. Tidak heran jika ada guyonan, “nek dalane apik berarti wes melbu Gresik to Bojonegoro,” daerah tetangga.

Melihatnya menyala kembali tentu saya senang, karena selain fungsi utamanya ia juga menggantikan peran lampu depan warung ibu saya yang saya lupa entah kemana karena dulu sempat ada.

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top