
Pernahkah teman-teman bertanya mengapa tombol pembelian di situs web besar memiliki warna yang spesifik? Hal ini bukan karena kebetulan atau sekadar selera desain semata.
Banyak pemula sering memilih warna tombol CTA hanya karena mereka menyukai warna tersebut. Padahal, warna tombol sangat mempengaruhi keinginan pengunjung untuk melakukan klik.
Nah, mari kita akan membahas cara memilih warna tombol CTA yang tepat berdasarkan psikologi untuk membantu meningkatkan konversi di website teman-teman.
Mengapa Warna Sangat Penting dalam Desain CTA?
Otak manusia memproses tampilan visual jauh lebih cepat daripada teks tulisan. Artinya, sebelum pengunjung sempat membaca tulisan dalam sebuah tombol CTA, mata mereka sudah lebih dulu merespons warnanya.
Penilaian pengunjung terhadap sebuah website atau produk terjadi sangat cepat. Teman-teman hanya punya waktu yang sangat singkat untuk meyakinkan mereka agar tetap tinggal dan bertransaksi.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang membuat penilaian bawah sadar tentang sebuah produk dalam waktu 90 detik setelah melihatnya pertama kali. Menariknya, antara 62% hingga 90% dari penilaian tersebut didasarkan pada warna saja.
Membedah Arti Warna Populer untuk Tombol CTA
Setiap warna memicu respons emosional yang berbeda di otak kita. Berikut beberapa warna yang sering digunakan dan persepsi yang dibawanya:
1. Merah (Urgensi)
Merah adalah warna yang paling kuat untuk menarik perhatian mata secara instan. Warna ini sangat efektif digunakan jika teman-teman sedang mengadakan promo kilat atau penawaran yang waktunya terbatas.
Karena secara psikologis, warna merah menciptakan rasa mendesak yang mendorong pengunjung untuk segera mengambil keputusan tanpa menunda.
2. Hijau (Kenyamanan)
Hijau sering dianggap sebagai warna yang paling nyaman dipandang mata dan identik dengan tanda “jalan”. Teman-teman bisa menggunakan warna ini untuk tombol pembayaran atau keranjang belanja.
Warna hijau memberikan rasa tenang dan mengirimkan sinyal kepada pengunjung bahwa proses transaksi aman untuk dilanjutkan.
3. Biru (Kepercayaan)
Biru adalah warna yang melambangkan kepercayaan, keamanan, dan profesionalisme. Jika website teman-teman membutuhkan pengisian data pribadi atau pendaftaran akun, tombol berwarna biru adalah pilihan tepat.
Warna biru secara tidak langsung membantu mengurangi kecemasan pengunjung dan membuat mereka merasa lebih aman saat berinteraksi dengan layanan teman-teman.
4. Kuning (Optimisme dan Kehangatan)
Warna kuning membawa kesan ceria, semangat, dan optimis. Warna ini sangat bagus untuk tombol ajakan seperti daftar sekarang atau unduh di sini.
Karakteristiknya yang mencolok mampu menarik perhatian dengan kuat tetapi tidak memberikan tekanan yang terlalu agresif seperti warna merah, sehingga pengunjung merasa lebih santai untuk mengklik.
Prinsip Von Restorff: Pentingnya Kontras dan Isolasi

Setelah mengetahui pentingnya warna dan beberapa warna populer, pertanyaan selanjutnya adalah “Jadi warna apa yang paling bagus?” Jawabannya sebenarnya bukan pada warna tertentu, melainkan seberapa beda warna tersebut dengan sekitarnya.
Dalam dunia psikologi, hal ini dikenal dengan Efek Von Restorff atau efek isolasi. Prinsip ini memprediksi bahwa ketika ada beberapa objek yang berjejer, objek yang paling berbeda adalah yang paling mungkin diingat dan dilihat oleh mata kita.
Jadi, jika desain website teman-teman didominasi warna biru, tombol CTA berwarna biru, meskipun biru melambangkan kepercayaan, malah akan terlihat samar dan tenggelam. Tombol tersebut tidak akan menarik perhatian karena menyatu dengan latar belakangnya.
Sebaliknya, teman-teman harus berani menggunakan warna yang kontras atau berlawanan dengan warna dominan website. Misalnya, jika latar belakang website berwarna biru, gunakanlah tombol berwarna oranye.
Perbedaan warna yang mencolok akan “mengisolasi” tombol tersebut sehingga mata pengunjung langsung tertuju ke sana.
Tips Praktis Menerapkan Psikologi Warna pada CTA
Setelah memahami teorinya, sekarang saatnya kita masuk ke langkah-langkah praktis. Berikut adalah beberapa cara yang bisa teman-teman terapkan langsung pada desain website:
1. Gunakan Aturan 60-30-10
Dalam dunia desain interior dan web, ada rumus sederhana untuk menyeimbangkan warna agar enak dipandang, yaitu aturan 60-30-10.
Caranya adalah menggunakan 60% warna dominan untuk latar belakang, 30% warna sekunder untuk elemen pendukung seperti menu atau footer, dan 10% warna aksen. Nah, tombol CTA teman-teman harus masuk ke dalam kategori 10% warna aksen ini.
Dengan porsi yang paling sedikit tetapi paling mencolok, tombol tersebut akan otomatis menjadi pusat perhatian tanpa merusak keindahan desain keseluruhan.
2. Pertimbangkan Gender dan Demografi Audiens
Siapa target pasar teman-teman? Pria dan wanita ternyata memiliki selera warna yang berbeda. Sebuah riset menunjukkan bahwa biru adalah warna favorit bagi pria maupun wanita.
Akan tetapi, ada perbedaan mencolok pada warna lain, wanita cenderung menyukai varian warna ungu, sementara pria justru cenderung menghindari warna ungu.
Jadi, jika produk teman-teman khusus untuk pria, sebaiknya hindari tombol berwarna ungu agar tidak menurunkan minat mereka.
3. Selalu Lakukan A/B Testing
Teori psikologi warna yang kita bahas adalah panduan awal yang bagus, tetapi data dari website teman-teman sendiri adalah penentu yang paling akurat. Tidak ada satu warna ajaib yang pasti berhasil untuk semua bisnis.
Oleh karena itu, teman-teman wajib melakukan pengujian atau A/B Testing. Cobalah buat dua versi tombol dengan warna berbeda, lalu lihat mana yang menghasilkan klik lebih banyak. Biarkan data riil yang memandu keputusan desain teman-teman.
Kesimpulan
Intinya, tidak ada satu warna spesifik yang menjamin tombol CTA teman-teman pasti diklik oleh semua orang. Apa yang berhasil untuk Amazon atau Facebook belum tentu memberikan hasil yang sama untuk website teman-teman.
Kunci utamanya ada pada visibilitas dan kesesuaian. Pastikan tombol CTA memiliki warna yang kontras agar mudah dilihat, serta sesuai dengan emosi yang ingin teman-teman sampaikan kepada pengunjung.
Jangan hanya menebak-nebak. Mulailah lakukan audit pada desain website teman-teman hari ini, terapkan prinsip kontras yang sudah kita bahas, dan uji hasilnya.
Dengan begitu, teman-teman bisa menemukan formula warna terbaik yang paling ampuh untuk meningkatkan penjualan bisnis teman-teman.
Baca juga: 75 Contoh Kata-kata CTA Ampuh untuk TikTok, Instagram, Landing Page
Referensi:
- https://www.emerald.com/md/article-abstract/44/6/783/283364/Impact-of-color-on-marketing
- https://neilpatel.com/blog/gender-and-color
- https://www.britannica.com/science/Von-Restorff-effect