
Teman-teman mungkin pernah merasa trafik website sudah tinggi, tapi penjualan atau pendaftar yang masuk masih sedikit?
Kesalahan yang sering terjadi adalah mengarahkan pengunjung ke halaman depan (homepage). Halaman ini punya terlalu banyak menu yang bisa mengganggu fokus pengunjung.
Solusinya adalah menggunakan landing page. Halaman ini dibuat khusus agar pengunjung fokus melakukan satu tindakan saja, tanpa gangguan navigasi lain.
Lalu, kapan waktu yang tepat untuk menggunakannya? Berikut adalah 6 situasi di mana teman-teman wajib menggunakan landing page untuk hasil maksimal.
1. Saat Menjalankan Iklan Berbayar
Pertama, jika teman-teman menjalankan iklan di Google, Facebook, atau Instagram, jangan pernah mengarahkan pengunjung ke halaman depan website.
Halaman depan terlalu umum dan memiliki banyak menu yang bisa mengalihkan perhatian. Pengunjung yang mengklik iklan biasanya memiliki keinginan spesifik.
Jika iklan teman-teman menawarkan “Promo Sepatu Lari”, pastikan mereka langsung masuk ke halaman khusus promo tersebut, bukan ke halaman katalog umum.
Strategi ini terbukti jauh lebih efektif untuk penjualan. Berdasarkan data riset, rata-rata rasio konversi landing page bisa mencapai 9,7% di berbagai industri. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan halaman website biasa.
2. Saat Menawarkan Lead Magnet (E-book atau Free Trial)
Jika teman-teman ingin mendatangkan lead dengan memberikan sesuatu secara gratis, seperti e-book, kupon diskon, atau uji coba produk, tujuannya pasti untuk mendapatkan data kontak pengunjung (email atau WhatsApp).
Dalam situasi ini, teman-teman wajib menggunakan landing page yang sederhana. Kunci utamanya adalah hilangkan menu navigasi. Hal ini dilakukan agar pengunjung tidak bisa berpindah ke halaman lain dan hanya fokus mengisi formulir pendaftaran.
3. Saat Melakukan Kampanye Email Marketing
Selanjutnya adalah saat menjalankan kampanye email penawaran kepada daftar pelanggan (subscriber). Teman-teman bisa menggunakan landing page khusus yang dirancang sesuai target audiensnya.
Teman-teman bisa membagi audiens ke dalam kelompok khusus, misalnya kelompok pelanggan VIP atau pembeli baru.
Pesan di landing page harus sesuai dengan isi email yang mereka terima. Jangan sampai pelanggan bingung karena halaman yang dibuka berbeda dengan janji di dalam email.
Personalisasi seperti ini sangat berdampak pada penjualan. Pemasar yang melakukan segmentasi audiens dan mengarahkannya ke halaman yang relevan tercatat mengalami peningkatan pendapatan hingga 760%.
4. Saat Pendaftaran Event, Webinar, atau Kursus Online
Setiap acara, seminar, atau webinar pasti memiliki batas waktu pendaftaran dan detail yang spesifik seperti jadwal dan profil pembicara.
Dalam situasi ini, teman-teman butuh halaman yang bisa menciptakan rasa mendesak atau urgensi.
Di landing page, teman-teman bisa menonjolkan tombol “Daftar Sekarang” dan info hitung mundur (countdown) tanpa gangguan elemen website lain. Tujuannya agar pengunjung segera mendaftar sebelum kuota habis atau waktu berakhir.
5. Saat Meluncurkan Produk Baru
Produk baru membutuhkan panggung tersendiri. Jika teman-teman langsung memasukkannya ke dalam halaman katalog toko online, produk tersebut kemungkinan besar akan tenggelam di antara produk-produk lama.
Gunakan landing page untuk menjelaskan fitur, manfaat, dan keunggulan produk baru tersebut secara detail. Halaman ini berfungsi untuk mengedukasi dan meyakinkan pengunjung terlebih dahulu sebelum mereka masuk ke keranjang belanja.
Sangat disarankan untuk menambahkan video demo produk di sini agar lebih menarik. Data mencatat bahwa tingkat pengunjung ingin melihat video produk/layanan pada landing page sebesar 86%.
6. Saat Ingin Melakukan Pengujian (A/B Testing)
Kadang kita bingung menentukan mana judul yang lebih menarik atau warna tombol CTA yang lebih efektif untuk penjualan. Melakukan tes ini di halaman utama website cukup berisiko dan rumit secara teknis.
Landing page adalah tempat yang paling aman untuk bereksperimen. Teman-teman bisa membuat dua versi halaman yang berbeda (Versi A dan Versi B) untuk melihat mana yang performanya paling bagus. Dengan cara ini, keputusan bisnis diambil berdasarkan data nyata, bukan sekadar tebakan.
Riset membuktikan bahwa perusahaan yang rutin melakukan pengujian atau A/B testing pada halaman mereka mendapatkan hasil investasi (ROI) yang jauh lebih tinggi daripada yang hanya mengandalkan intuisi.
Kesimpulan
Intinya, landing page digunakan saat teman-teman membutuhkan fokus dan hasil yang spesifik, bukan sekadar kunjungan biasa. Berbeda dengan homepage yang membiarkan pengunjung bebas bereksplorasi, landing page menuntun mereka ke satu tujuan pasti.
Menggunakan halaman yang tepat di waktu yang tepat akan sangat membantu menghemat biaya iklan dan meningkatkan penjualan teman-teman secara signifikan.
Jadi, coba cek kembali kampanye pemasaran teman-teman sekarang. Apakah link iklan masih diarahkan ke halaman depan? Jika iya, segera buat landing page pertama teman-teman dan rasakan perbedaannya.
Baca juga: 7 Perbedaan Landing Page dan Website
Referensi:
- https://unbounce.com/conversion-benchmark-report/
- https://blog.hubspot.com/marketing/landing-page-stats
- https://www.campaignmonitor.com/resources/guides/email-marketing-new-rules/
- https://www.wordstream.com/blog/ws/2017/03/08/video-marketing-statistics
- https://vwo.com/ab-testing/