
Kehadiran AI mengubah banyak hal di berbagai bidang, salah satunya Search Engine Optimization (SEO). Munculnya fitur AI Overview dan Large Language Model (LLM) seperti ChatGPT dan Gemini berpengaruh besar terhadap cara pengguna mencari informasi.
Jika dulu untuk mendapatkan jawaban kita harus masuk ke dalam halaman website, kini dengan adanya AI Overview, pengguna bisa langsung memperoleh informasi yang mereka cari tanpa perlu mengunjungi situs tertentu.
Akibatnya, beberapa metrik tradisional seperti Keyword Ranking dan CTR menjadi kurang relevan jika dijadikan patokan untuk mengukur dampak strategi atau kampanye SEO terhadap tujuan bisnis.
Maka dari itu, mari kita bahas bagaimana cara beradaptasi dengan AI Search untuk mengukur efektivitas SEO terhadap pertumbuhan bisnis berikut ini.
Metrik SEO Lama Tidak Lagi Cukup
Perubahan perilaku pengguna dalam memanfaatkan mesin pencari membuat beberapa metrik SEO tradisional menjadi kurang relevan jika digunakan untuk melakukan pengukuran.
1. Keyword Ranking
Dulu, kita masih dapat menggunakan keyword ranking sebagai parameter utama untuk mengukur progres SEO. Namun kini, sebagus apa pun konten yang kita buat, hasilnya bisa tetap berada di bawah AI Overview. Secara otomatis, potensi klik juga menjadi lebih rendah.
Meski begitu, keyword ranking tetap bisa dijadikan parameter pendukung dalam analisis performa SEO.
2. Organic Traffic
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, perilaku pencarian pengguna telah berubah. Sebagian besar pengguna berhenti di AI Overview karena informasi yang mereka butuhkan sudah tersedia di sana.
Selain itu, banyak yang kini menggunakan LLM seperti ChatGPT untuk mencari jawaban — yang tidak dapat dilacak secara langsung seperti impression di Google Search Console. Akibatnya, organic traffic cenderung menurun.
3. CTR (Click-Through Rate)
Penurunan klik pada website sejak hadirnya AI Search dialami oleh hampir semua situs yang mengandalkan SEO sebagai salah satu kanal pemasaran.
Namun, CTR yang menurun bukan berarti upaya SEO yang dilakukan tidak memberikan dampak terhadap bisnis. Karena itu, kita perlu melihatnya dari sudut pandang baru.
AI Search Measurement Framework
Kehadiran AI seperti menyediakan segalanya, istilahnya PALUGADA (apa lu mau, gua ada). Namun, informasi yang ditampilkan oleh AI, baik dari AI Overview maupun LLM, diambil dari berbagai sumber.
Artinya, konten yang kita buat di website tetap berpotensi dikutip dan diteruskan kepada pengguna. Dari sini, kita bisa menggunakan beberapa metrik baru untuk melakukan pengukuran.
1. AI Visibility
Karena semakin banyak pengguna yang berinteraksi dengan AI, penting untuk mengecek apakah konten kita muncul dalam berbagai AI layers, seperti:
- Ringkasan AI Overview
- People Also Ask
- Brand citation di LLM
- Featured Snippets & Knowledge Panels
Dengan memantau hal-hal di atas, kita bisa mengukur apakah konten kita sudah muncul untuk keyword yang ditargetkan. Dari situ, brand atau bisnis tetap mendapatkan exposure, meskipun terjadi penurunan traffic organik.
2. Share of Voice
Jika sebelumnya kita mengukur brand visibility melalui hasil pencarian organik, kini hal itu juga perlu diterapkan dalam AI-generated answers.
Periksa seberapa sering domain atau brand Anda disebut atau “diperhatikan” oleh AI dalam jawabannya.
3. Topic Authority
AI tidak hanya menampilkan konten berdasarkan keyword, tetapi juga mempertimbangkan kredibilitas sumber. Kita dapat memperkuat sinyal kredibilitas ini melalui beberapa faktor:
- Topic coverage: seberapa luas dan mendalam topik tersebut dibahas.
- E-E-A-T signals: elemen yang merepresentasikan Experience, Expertise, Authoritativeness, dan Trustworthiness (ontohnya profil penulis, sumber kredibel, dsb).
- Structured data: proporsi halaman yang memiliki markup skema yang sesuai.
Dengan memperkuat sinyal kepakaran dan kepercayaan di situs kita, peluang untuk meningkatkan AI visibility akan semakin besar.
Penutup
AI telah membawa perubahan besar pada cara pengguna berinteraksi dengan mesin pencari. Alih-alih hanya berfokus pada peringkat kata kunci dan jumlah klik, kini kita perlu melihat lebih dalam bagaimana AI memanfaatkan dan menampilkan konten kita.
Dengan mengadopsi AI Search Measurement Framework, kita bisa memahami dampak nyata SEO terhadap brand exposure dan business growth di era pencarian berbasis kecerdasan buatan.
Adaptasi ini bukan hanya tentang mengikuti tren, tetapi tentang membangun strategi SEO yang berkelanjutan dan relevan di tengah evolusi teknologi yang terus bergerak maju.