Apa itu Tone of Voice? Pengertian dan Cara Menentukannya

Tone of Voice

Pernahkah teman-teman merasa lebih nyaman saat membaca tulisan dari satu akun bisnis dibandingkan akun lainnya? Padahal, produk yang mereka tawarkan mungkin sama persis. Hal ini biasanya terjadi karena brand tersebut memiliki gaya bicara yang pas di hati pembaca.

Dalam dunia branding, gaya bicara ini dikenal sebagai tone of voice. Sederhananya, tone of voice adalah kepribadian sebuah bisnis yang dituangkan dalam bentuk kata-kata. Ini bukan hanya tentang apa pesan yang ingin disampaikan, melainkan bagaimana cara teman-teman menyampaikannya kepada audiens.

Di era persaingan digital yang ketat seperti sekarang, memiliki gaya komunikasi yang jelas bukan lagi sekadar pilihan. Tanpa karakter komunikasi yang kuat, bisnis teman-teman akan sulit dibedakan dan mudah dilupakan oleh audiens.

Untuk itu, mari kita  pelajari apa itu tone of voice, kenapa penting, dan bagaimana cara menerapkannya untuk bisnis kita, berikut penjelasannya.

Apa itu Tone of Voice?

Tone of voice adalah ekspresi dari kepribadian brand yang disampaikan melalui tulisan. Jika brand adalah seorang manusia, maka tone of voice adalah nada bicara dan cara orang tersebut berkomunikasi dengan orang lain. Hal ini mencakup pilihan kata, struktur kalimat, hingga suasana yang dibangun dalam tulisan teman-teman.

Penting untuk dipahami bahwa tone of voice bukan hanya soal tata bahasa yang benar, tetapi tentang bagaimana kesan yang muncul di pikiran pembaca saat mereka mengonsumsi konten teman-teman.

Perbedaan Brand Voice dan Tone of Voice

Banyak orang menganggap keduanya sama, padahal ada perbedaan yang cukup mendasar:

  • Brand Voice: Ini adalah kepribadian utama brand yang bersifat tetap dan tidak berubah. Jika brand teman-teman adalah sosok yang jujur dan berwibawa, maka karakter itu akan selalu ada di platform mana pun.
  • Tone of Voice: Merupakan nada bicara yang bisa berubah-ubah menyesuaikan situasi. Sebagai contoh, nada bicara teman-teman saat merayakan keberhasilan pelanggan di media sosial tentu akan berbeda dengan nada bicara saat menanggapi keluhan pelanggan yang sedang kecewa.

Singkatnya, brand voice adalah siapa yang berbicara, sedangkan tone of voice adalah bagaimana cara bicaranya sesuai kondisi yang dihadapi.

Kenapa Tone of Voice Penting dalam Branding

Memiliki produk yang bagus saja tidak cukup. Teman-teman perlu membangun hubungan yang kuat dengan audiens melalui cara berkomunikasi. Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa tone of voice sangat penting bagi sebuah brand:

1. Memanusiakan Brand

Banyak konten di internet saat ini terasa kaku dan dingin seperti ditulis oleh mesin. Dengan tone of voice yang jelas, brand teman-teman jadi memiliki nyawa dan karakter.

Hal itu membantu audiens merasa bahwa mereka sedang berinteraksi dengan manusia asli, sehingga mereka lebih nyaman untuk menjalin komunikasi.

2. Pengganti Komunikasi Tatap Muka

Dalam dunia digital, teman-teman tidak bisa bertemu langsung, tersenyum, atau menunjukkan ekspresi ramah kepada calon pembeli. Maka dari itu, kata-kata yang teman-teman tulis adalah pengganti kehadiran fisik tersebut. 

Jadi, tone of voice bisa menjadi pengganti bahasa tubuh dalam bentuk tulisan yang menunjukkan sikap dan keramahan brand tanpa harus bertatap muka.

3. Membangun Kepercayaan dan Koneksi Emosional

Audiens cenderung lebih mudah percaya pada bisnis yang komunikasinya konsisten. Jika teman-teman selalu menggunakan gaya bicara yang sama, pembaca akan merasa lebih akrab dan mengenali karakter bisnis tersebut.

Rasa akrab sangat penting untuk menciptakan ikatan emosional yang kuat sehingga audiens tidak ragu untuk menjadi pelanggan setia.

4. Menciptakan Diferensiasi yang Kuat

Mungkin ada banyak kompetitor yang menjual produk atau layanan yang sama dengan bisnis teman-teman. Namun, mereka tidak bisa meniru cara teman-teman berbicara.

Nah, gaya bicara yang unik akan membuat brand teman-teman lebih mudah diingat dan menonjol di antara tumpukan informasi yang diterima audiens setiap hari.

4 Dimensi Tone of Voice (Framework Nielsen Norman Group)

Untuk memudahkan teman-teman menentukan gaya bicara brand, terdapat empat dimensi utama yang bisa digunakan sebagai tolok ukur. Dimensi ini dikembangkan oleh Nielsen Norman Group untuk membantu kita memposisikan brand di antara dua kutub yang berlawanan.

Berikut adalah penjelasan keempat dimensi tersebut:

1. Serius vs Lucu (Serious vs Funny)

Dimensi ini menentukan apakah brand teman-teman ingin menggunakan humor atau tetap menjaga wibawa.

Brand yang lucu biasanya ingin terlihat menghibur dan santai. Sebaliknya, brand yang serius akan menggunakan bahasa yang lugas, profesional, dan fokus pada fakta agar terlihat sangat terpercaya.

2. Formal vs Kasual (Formal vs Casual)

Ini berkaitan dengan seberapa kaku bahasa yang teman-teman gunakan. Gaya formal biasanya menghindari singkatan dan menggunakan tata bahasa yang sangat rapi, cocok untuk brand hukum atau keuangan. Sedangkan gaya kasual lebih mirip dengan percakapan sehari-hari, terasa lebih akrab, dan sering digunakan oleh brand lifestyle atau teknologi.

3. Hormat vs Tidak Hormat (Respectful vs Irreverent)

Hormat di sini berarti brand teman-teman selalu menjaga kesopanan standar saat berbicara dengan audiens. Sementara itu, tidak hormat bukan berarti kasar, melainkan berani tampil beda, sedikit menantang arus, dan tidak ragu untuk bersikap kritis atau menggunakan gaya bahasa yang unik untuk menarik perhatian.

4. Objektif vs Antusias (Matter-of-fact vs. Enthusiastic)

Dimensi ini mengatur tingkat energi dalam tulisan teman-teman. Brand yang antusias akan menggunakan banyak kata yang menunjukkan semangat dan kegembiraan. Di sisi lain, brand yang objektif akan menyampaikan informasi secara tenang, jujur, apa adanya, dan tidak berlebihan dalam mempromosikan sesuatu.

Cara Menentukan Tone of Voice Brand

Setelah memahami dimensinya, sekarang saatnya teman-teman menentukan gaya bicara untuk brand sendiri. Ikuti langkah praktis berikut ini agar prosesnya lebih mudah:

1. Kenali Siapa Target Audiens

Langkah pertama adalah memahami siapa yang akan membaca konten teman-teman. Perhatikan bahasa yang mereka gunakan sehari-hari, apa minat mereka, dan bagaimana mereka berkomunikasi.

Jika audiens teman-teman adalah pelaku UMKM yang baru memulai usaha, gunakan bahasa yang memotivasi dan mudah dipahami. Intinya, bicaralah dengan bahasa yang biasa mereka gunakan agar pesan teman-teman lebih cepat sampai.

2. Tentukan Nilai Utama Brand

Pikirkan nilai apa yang ingin teman-teman tonjolkan kepada publik. Apakah brand teman-teman ingin dikenal sebagai solusi yang cepat, teman yang peduli, atau pakar yang sangat teliti?

Nah, nilai utama ini akan menjadi dasar dalam memilih gaya komunikasi yang sesuai. Misalnya, jika nilai utamanya adalah efisiensi, maka teman-teman menggunakan gaya komunikasi yang singkat, padat, dan langsung pada intinya.

3. Gunakan Metode Kami adalah X, tapi bukan Y

Metode ini sangat efektif untuk memperjelas batasan gaya bicara agar tidak melenceng. Teman-teman bisa membuat daftar yang spesifik.

Sebagai contoh, kami adalah ahli, tapi bukan orang yang menggurui. Atau, kami adalah teman yang seru, tapi bukan orang yang tidak sopan. Dengan cara ini, teman-teman bisa memposisikan gaya komunikasi yang pas dan tahu kapan sebuah kalimat sudah keluar dari nilai utama brand.

4. Buat Panduan Gaya Konten Sederhana

Jika bekerja dalam tim, teman-teman perlu mencatatnya dalam sebuah dokumen panduan yang sederhana. Catat kata-kata apa yang wajib digunakan dan kata-kata apa yang harus dihindari.

Dengan membuat panduan, memudahkan siapa pun yang membantu menulis konten untuk brand teman-teman tetap memiliki gaya bicara yang seragam dan konsisten.

Contoh Brand dengan Tone of Voice yang Ikonik

Melihat cara brand besar berkomunikasi bisa memberikan gambaran nyata bagi teman-teman tentang kekuatan gaya bicara. Berikut adalah tiga contoh brand dengan gaya komunikasi yang ikonik:

1. Gojek

Contoh Tone of Voice Gojek
Dok. Screenshot Facebook Gojek Indonesia

Gojek menggunakan gaya bicara yang santai, solutif, dan sangat akrab. Mereka sering menggunakan istilah atau tren yang sedang ramai dibicarakan oleh masyarakat Indonesia.

Dengan gaya tersebut, Gojek tidak terasa seperti perusahaan besar yang kaku, melainkan seperti teman yang selalu siap membantu memecahkan masalah sehari-hari teman-teman.

2. Apple

Contoh Gaya Komunikasi Brand Apple
Dok. Screenshot Instagram Apple

Berbeda dengan Gojek, Apple memiliki gaya bicara yang sangat minimalis, elegan, dan penuh rasa percaya diri. Mereka tidak menggunakan banyak kata atau kalimat yang panjang lebar.

Mereka lebih fokus pada eksklusivitas dan kecanggihan produk yang disampaikan secara lugas. Hal ini membuat setiap pesan dari Apple terasa sangat berkelas dan visioner.

3. Netflix

Contoh Tone of Voice Netlflix
Dok. Screenshot Facebook Netflix

Netflix dikenal dengan gaya bicaranya yang lucu dan sangat relevan dengan kehidupan penontonnya.

Di media sosial, mereka sering berinteraksi dengan audiens seolah-olah adalah seorang teman yang hobi menonton film. Mereka sering menggunakan candaan yang pas sehingga pengikutnya merasa nyaman untuk berkomentar dan terlibat dalam percakapan.

Adaptasi Tone of Voice di Berbagai Platform

Meskipun kepribadian brand teman-teman tetap sama, nada bicaranya harus disesuaikan dengan tempat pesan itu disampaikan. Hal ini mirip seperti cara kita berbicara yang berbeda saat di pesta dengan saat di rapat formal, meskipun kita adalah orang yang sama.

Berikut adalah cara menyesuaikan gaya bicara di berbagai platform:

1. Media Sosial

Di platform khususnya seperti Instagram atau TikTok, audiens biasanya mencari hiburan dan interaksi yang cepat. Oleh karena itu, gunakan kalimat yang lebih pendek, hangat, dan santai.

Maka, jangan ragu untuk langsung menyapa audiens dan mengajak mereka mengobrol di kolom komentar. Fokus utamanya di sini adalah membangun kedekatan.

2. Blog dan Newsletter

Blog dan buletin berita adalah tempat teman-teman memiliki lebih banyak ruang untuk menjelaskan sesuatu secara mendalam. Di platform ini, teman-teman bisa menggunakan nada bicara yang lebih tenang dan fokus pada pemberian nilai serta edukasi. Pastikan pembaca merasa mendapatkan solusi yang jelas setelah membaca tulisan tersebut.

3. Customer Service

Ini adalah bagian yang sangat penting. Saat menangani keluhan atau masalah teknis, teman-teman harus mengedepankan rasa empati.

Meskipun brand teman-teman biasanya memiliki gaya bicara yang lucu, sebaiknya gunakan nada yang lebih serius dan solutif saat pelanggan sedang mengalami kendala. Tujuannya adalah agar pelanggan merasa didengarkan dan dibantu dengan tulus.

Penutup

Menentukan tone of voice adalah langkah penting untuk membangun brand identity atau identitas brand yang kuat dan berumur panjang. Dengan gaya bicara yang jelas dan berkarakter, teman-teman tidak hanya sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga sedang membangun hubungan yang lebih manusiawi dengan audiens.

Mulailah dengan menentukan beberapa karakter utama yang paling menggambarkan kepribadian brand teman-teman saat ini. Terapkan gaya tersebut secara konsisten di semua platform komunikasi agar audiens lebih mudah mengenali, mengingat, dan menaruh kepercayaan pada bisnis teman-teman.

Apakah teman-teman sudah menentukan gaya bicara yang paling cocok untuk brand bisnis? Jika masih ada yang membuat bingung atau ingin berbagi pengalaman dalam menyusun tone of voice, silakan tuliskan di kolom komentar.

Referensi:

  • https://markup.ai/blog/what-is-tone-of-voice
  • https://www.nngroup.com/articles/tone-of-voice-dimensions

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top