
Saat menjalankan strategi marketing atau promosi digital, kita pasti pernah mengalami banyak chat leads yang masuk tapi sedikit yang akhirnya sampai membeli.
Ini sebenarnya masalah yang umum terjadi. Namun, bagi teman-teman yang masih pemula mungkin merasa tidak percaya diri dengan produk atau harga yang mereka tawarkan.
Teman-teman tidak usah khawatir, persoalan ini tidak hanya disebabkan soal harga saja melainkan ada beberapa faktor lainnya.
Nah, berikut beberapa alasan kenapa calon pembeli sering mundur di tengah jalan dan solusi untuk mengatasinya!
1. Niat Calon Pembeli
Hal pertama yang paling umum adalah niat orang saat menghubungi kita. Dimana ada orang yang punya niat beli namun masih ingin mencari referensi atau membanding-bandingkan produk atau harga.
Teman-teman perlu memahami bahwa tidak semua chat yang masuk langsung berada di tahap siap bayar. Banyak dari mereka yang masih berada di tahap riset, sehingga wajar jika mereka tidak langsung membeli setelah bertanya.
Jadi, tugas kita di sini adalah memberikan nilai tambah agar produk kita terlihat lebih unggul dibandingkan kompetitor.
2. Masih Ragu-Ragu
Alasan selanjutnya orang tidak jadi membeli setelah nanya ini-itu adalah mereka masih ragu. Bukan ragu soal kualitas produk atau harganya, tapi ragu apakah produk kita bisa menyelesaikan masalah mereka.
Calon pembeli mulai berpikir, “Produknya cocok nggak ya buat saya?” “Worth it, nggak sih ini dari pada produk dari toko lain?”
Jadi, daripada buru-buru menurunkan harga, langkah yang teman-teman lakukan adalah membantu mereka menghilangkan keraguan tersebut.
Misalnya, kalau teman-teman jualan produk, tunjukan foto produk real atau testimoni pelanggan sebelumnya, baik dalam bentuk ulasan atau foto before-after.
Kalau calon pembeli sudah merasa produk kita cocok untuk permasalahan yang sedang dihadapi, mereka akan lebih aman untuk mengambil keputusan (beli).
3. Biaya Tambahan yang Muncul saat Percakapan
Banyak calon pembeli yang sebenarnya sudah setuju dengan harga produk yang teman-teman tawarkan. Namun, mereka seringkali mundur saat mengetahui ada biaya tambahan seperti ongkos kirim yang mahal atau biaya admin yang baru diketahui saat percakapan.
Kejutan biaya tersebut menjadi penyebab utama orang membatalkan niat belinya. Hal ini juga diperkuat oleh data dari Baymard Institute pada tahun 2024, yang menyebutkan bahwa 39% alasan utama orang membatalkan pesanan adalah karena biaya tambahan yang terlalu tinggi.
Jadi, agar hal ini tidak terjadi, teman-teman sebaiknya lebih transparan soal biaya tambahan, seperti ongkir, keamanan paket, dll, sejak awal.
4. Respon Chat yang Lambat
Kecepatan membalas chat sangat menentukan apakah calon pembeli jadi memesan atau tidak. Karena di era digital ini, teman-teman bersaing dengan waktu.
Jika calon pembeli harus menunggu berjam-jam untuk merespon pertanyaan mereka, besar kemungkinan mereka sudah beralih ke toko lain yang lebih sigap.
Menurut laporan terbaru dari Tidio, sekitar 53% pelanggan mengharapkan jawaban dalam waktu kurang dari 10 menit. Jika teman-teman merespon lebih lama dari itu, minat mereka untuk membeli biasanya akan menurun drastis karena merasa tidak dilayani dengan baik.
5. Komunikasi Admin Terasa Kaku dan Tidak Personal
Kehadiran AI untuk automasi memang berdampak untuk efektifitas bisnis, seperti untuk menghandle admin atau customer service.
Namun, terkadang, hal tersebut juga bisa menjadi “pedang bermata dua”. Karena calon pembeli sekarang semakin kritis dan ingin dipahami dengan tepat kebutuhan masalah dan emosi mereka.
Jika jawaban chat yang diberikan terlalu kaku dan robotik, bisa jadi calon pembeli akan merasa tidak dihargai karena berbicara dengan robot. Mereka lebih suka berinteraksi dengan manusia asli.
Menurut riset dari McKinsey & Company, sebanyak 71% konsumen mengharapkan interaksi yang bersifat personal, dan mereka akan merasa kecewa jika hanya mendapatkan jawaban yang kaku.
Jadi, pastikan untuk menggunakan gaya komunikasi yang ramah dan penuh empati untuk membangun kepercayaan calon pembeli.
6. Tidak Ada Rasa Mendesak atau Urgensi
Banyak calon pembeli yang sebenarnya sudah suka dengan produk teman-teman, tapi mereka merasa tidak harus membelinya sekarang juga. Pikiran seperti “nanti saja belinya” seringkali membuat mereka akhirnya lupa dan tidak kembali lagi.
Tanpa adanya alasan yang kuat untuk segera transaksi, chat akan berakhir begitu saja.
Untuk itu, teman-teman bisa memberikan sedikit dorongan seperti info stok yang menipis atau promo yang hanya berlaku untuk hari ini agar mereka lebih cepat dalam mengambil keputusan.
7. Proses Pembayaran yang Terlalu Rumit
Terakhir, terkadang alasan orang batal membeli bukan karena tidak punya uang, tapi karena proses atau metode bayarnya yang merepotkan.
Misalnya, teman-teman hanya menerima transfer ke satu bank tertentu atau mengharuskan pembeli mengisi formulir yang sangat panjang.
Di era serba praktis sekarang, kemudahan adalah segalanya. Jika teman-teman tidak menyediakan metode pembayaran populer seperti QRIS atau dompet digital, calon pembeli mungkin akan memilih toko lain yang lebih memudahkan mereka.
Nah, setelah mengetahui berbagai alasan di atas, teman-teman bisa mulai melakukan perbaikan sederhana. Mulailah dengan memperbaiki kecepatan respon admin dan pastikan komunikasi tidak terasa kaku.
Selain itu, jangan lupa untuk selalu menampilkan testimoni pelanggan di tempat yang mudah dilihat agar kepercayaan calon pembeli meningkat.
Melakukan sapaan ulang atau follow-up dengan ramah satu hari setelah mereka bertanya juga bisa menjadi cara ampuh untuk mengingatkan mereka yang mungkin lupa untuk transfer.
Banyaknya pesan yang masuk itu tanda bahwa strategi promosi digital teman-teman berhasil. Tinggal memperbaiki di bagian sales saja.
Jadi jangan berkecil hati, tetap semangat, dan semoga segera mencapai target penjualan!