Apakah Blog Bisa Mendatangkan Pembeli? Simak Data dan Strateginya!

Apakah Blog bisa Mendatangkan Pembeli

Teman-teman yang mulai beralih dari menulis blog untuk adsense ke artikel untuk kebutuhan website bisnis bertanya-tanya, apakah blog benar-benar bisa mendatangkan pembeli?

Karena rata-rata dari mereka sudah rutin update artikel dan bingung karena traffic website naik tapi sepi pembeli.

Untuk itu, mari kita bahas bagaimana skenario blog bisa mendatangkan pembeli, data apa yang mendukungnya, dan strategi apa saja yang perlu diterapkan.

Sehingga teman-teman yang selama ini merasa blog belum memberikan hasil yang diharapkan, artikel ini akan membantu melihat masalahnya dari sudut pandang yang lebih tepat.

Kenapa Orang Pakai Blog untuk Bisnis?

Blog digunakan dalam website bisnis bukan sekadar untuk mengisi halaman atau mengejar traffic. Blog dipakai karena bisa membantu bisnis menjangkau calon pelanggan sejak mereka mulai mencari solusi atas masalahnya.

Saat seseorang mengetik pertanyaan di Google, biasanya mereka belum langsung ingin membeli. Mereka ingin memahami masalahnya terlebih dahulu. Di fase inilah blog berperan.

Dengan blog, pemilik bisnis bisa menyediakan konten yang relevan dengan target market untuk mengcover kebutuhan informasi yang mereka cari.

Selain itu, blog membantu membangun kepercayaan. Calon pembeli cenderung lebih yakin pada bisnis yang mampu menjelaskan masalah secara jelas dan masuk akal. Tanpa perlu promosi berlebihan.

Alasan lainnya, blog bersifat jangka panjang. Artikel yang ditulis hari ini bisa terus mendatangkan pengunjung dalam waktu lama. Berbeda dengan iklan yang berhenti ketika anggaran habis, blog tetap bekerja selama kontennya relevan dan mudah ditemukan.

Inilah sebabnya blog banyak digunakan dalam strategi pemasaran bisnis. Bukan karena sekadar ingin mencari traffic, tetapi karena blog bisa menjadi pintu masuk bagi calon pembeli yang tepat.

Bukti Statistik: Blog Tidak Cuma Membawa Traffic, Tapi Juga Prospek

Manfaat Blog untuk Bisnis
Sumber: hubspot.com

Berbagai riset pemasaran menunjukkan bahwa bisnis yang rutin menulis blog cenderung mendapatkan lebih banyak leads dibandingkan bisnis yang tidak memiliki blog.

Alasannya seperti tadi, blog menangkap orang yang sedang aktif mencari informasi potensial yang relevan dengan bisnis.

Selain itu, prospek yang datang dari blog dan hasil pencarian organik biasanya memiliki minat yang lebih jelas. Mereka datang karena membutuhkan solusi tertentu, bukan karena tertarik iklan secara tidak sengaja. Hal ini membuat kualitas prospeknya cenderung lebih baik.

Data dari HubSpot juga menunjukkan bahwa blog membantu bisnis meningkatkan visibilitas di mesin pencari dan memperluas jangkauan calon pelanggan di tahap awal.

Ketika konten blog dikombinasikan dengan ajakan tindakan yang tepat, blog tidak hanya berhenti di traffic, tetapi bisa mendorong orang untuk meninggalkan kontak atau menghubungi bisnis.

Namun, penting untuk dicatat, bahwa data ini tidak berarti semua blog otomatis menghasilkan pembeli. Blog baru memberikan dampak jika diarahkan dengan strategi yang jelas. Inilah yang akan kita bahas di bagian-bagian berikutnya.

Strategi Blog Bisa Mendatangkan Penjualan

Supaya bisa berkontribusi pada penjualan bisnis, blog perlu disusun dengan strategi content marketing yang tepat.

Strategi yang tidak hanya fokus pada kenaikan traffic, tapi juga dari sisi bagaimana setiap konten membantu audiens melangkah lebih jauh (menjadi pembeli). Berikut caranya:

1. Target Topik Sesuai Kebutuhan Calon Pembeli

Blog perlu membahas topik yang dekat dengan masalah calon pembeli. Artinya, artikel tidak hanya menjawab pertanyaan umum, tetapi juga membahas situasi yang biasanya dialami orang sebelum mereka memutuskan membeli.

Ketika topik yang dibahas relevan dengan kebutuhan nyata, pembaca yang datang cenderung lebih berkualitas dan lebih terbuka untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

Misalnya, jika teman-teman menjual sabun mandi natural, kalian bisa membahas masalah kulit kering, gatal karena sabun tertentu, hingga rekomendasi bahan sabun yang aman untuk kulit sensitif.

Dengan begitu cara tersebut, audiens yang datang akan lebih spesifik yang sesuai dengan buyer persona bisnis. Sehingga kemungkinan mereka untuk menjadi pembeli pun lebih besar.

2. Gunakan Judul yang Jelas dan Deskriptif

Hal pertama yang orang lihat dari sebuah konten adalah judulnya, kan? Nah, jadi sebaiknya jangan asal membuatnya.

Tulis judul konten dengan jelas dan deskriptif, dimana ketika membacanya orang akan tergambar solusi atau jawaban yang mereka cari butuhkan di dalam artikel tersebut.

Misalnya, ada dua judul artikel “Manfaat Sabun Alami” dan “5 Manfaat Sabun Alami terhadap Kelembaban Kulit”, kira-kira lebih jelas dan menarik mana?

Meskipun isi pembahasannya sama, judul yang kedua terlihat lebih deskriptif tentang apa isi kontennya nanti. Sehingga potensi klik dari audiens yang sedang mencari informasi tersebut lebih besar.

3. Mengarahkan Audiens dengan Ajakan yang Jelas

Banyak website yang blognya gagal mengubah pengunjung menjadi pembeli karena tidak memberi tahu pembaca apa yang harus dilakukan setelah membaca.

Teman-teman pernah mendengar istilah marketing funnel? Singkatnya, ini adalah proses perjalanan seseorang dari yang belum belum tahu bisnis kita sampai menjadi pembeli.

Jadi, kita perlu membuat konten-konten yang bisa mengarahkan audiens dari yang hanya mencari informasi biasa, berujung melakukan pembelian.

Ada artikel yang tugasnya untuk menginspirasi, konten yang tugasnya untuk mengedukasi, hingga konten yang membuat audiens semakin yakin untuk melakukan pembelian.

Teman-teman bisa membuat alur perjalanan tersebut di akhir artikel dengan memberikan call to action barupa internal link yang jelas.

4. Tambahkan Elemen Desain yang Menarik

Konten yang polos cenderung membuat pembaca merasa boring yang mengakibatkan ia keluar sebelum selesai membaca.

Teman-teman bisa menambahkan elemen-elemen yang memikat mata, seperti penataan layout yang rapi, gambar yang jelas, atau bahk ilustrasi hingga animasi.

Semakin exited audiens saat membaca, besar kemungkinan konten kita akan dibaca sampai selesai dan melakukan action sesuai dengan kita rencanakan.

5. Minimalisir Hambatan Teknis

Terakhir, pastikan untuk meminimalisir hambatan-hambatan teknis agar perjalanan audiens dari satu halaman ke halaman lain berjalan lancar.

Teman-teman bisa cek apakah loading website cepat, navigasi yang mudah dimengerti, hingga desain yang responsif ketika dibuka di laptop maupun smartphone.

Baca juga: Sales Funnel Content Marketing: Strategi Mengubah Awareness Menjadi Conversion

Jenis Artikel Blog yang Cepat Mendatangkan Pembeli

Ada berbagai jenis artikel yang bisa dibuat di blog, namun tidak semua artikel memiliki peluang yang sama untuk menghasilkan pembeli.

Untuk mendatangkan pembeli dengan cepat, yang harus kita lakukan adalah dengan membuat jenis artikel yang dibutuhkan oleh orang-orang yang sudah memiliki niat beli. Berikut diantaranya:

1. Artikel yang Membahas Masalah Spesifik

Artikel jenis ini membahas kondisi nyata yang sering dialami calon pembeli. Biasanya ditulis berdasarkan keluhan atau masalah yang sudah dirasakan, bukan sekadar rasa ingin tahu.

Misalnya, artikel tentang kulit gatal setelah mandi atau sabun yang membuat kulit semakin kering. Pembaca yang mencari topik seperti ini umumnya sudah punya masalah dan sedang mencari solusi.

2. Edukasi yang Mengarah ke Solusi

Artikel edukasi tidak harus berhenti di penjelasan. Artikel yang baik membantu pembaca memahami masalah, lalu mengarahkan ke solusi yang tersedia.

Misalnya, artikel tentang cara merawat kulit sensitif bisa diarahkan ke produk yang memang diformulasikan untuk kondisi tersebut.

3. Artikel Studi Kasus atau Pengalaman Penggunaan

Artikel jenis ini menunjukkan bagaimana produk atau layanan digunakan dalam kondisi nyata. Pembaca bisa melihat gambaran hasil yang lebih konkret.

Contohnya, pengalaman menggunakan sabun natural untuk kulit sensitif selama beberapa minggu dan perubahan yang dirasakan.

Kesimpulan

Jadi, apakah blog benar-benar bisa mendatangkan pembeli? Jawabannya jelas bisa.

Melalui simulasi dan strategi di atas, kita bisa melihat bahwa blog bukan sekadar tempat mendatangkan audiens, tetapi juga mengarahkan mereka ke tujuan yang kita inginkan (pembelian).

Bagi teman-teman yang selama ini merasa blognya belum menghasilkan, mulailah ubah sudut pandang.

Mulailah membangun strategi content marketing, dan fokus pada konten yang menjawab masalah nyata, berikan arahan yang jelas, dan pastikan website kalian mudah digunakan.

Dengan begitu, setiap traffic yang masuk bukan lagi sekadar angka, tapi calon pembeli yang potensial yang membantu pertumbuhan bisnis.

Referensi:

  • https://blog.hubspot.com/marketing/the-benefits-of-business-blogging-ht
  • susodigital.com/thoughts/blog-traffic-conversion-turning-clicks-into-revenue/
  • https://contentwriters.com/blog/how-brands-use-blogs-to-power-conversion-marketing/

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top