8 Penyebab Website Lama Tapi Belum Ranking dan Solusinya

Website Lama Tapi Belum Rangking

Jika sedang membaca tulisan ini, mungkin saat ini sedang bingung websitenya teman-teman sudah lama, tapi kok belum naik peringkat atau bahkan belum muncul ketika dicari, kan?

Nah, kenyataannya, seberapa lama usia website atau umur domain itu bukanlah faktor penentu utama peringkat di mesin pencari.

Google tidak memprioritaskan website hanya karena umurnya tua. Google lebih peduli pada apakah website tersebut relevan, terpercaya, dan nyaman digunakan oleh pengguna saat ini.

Kira-kira apa saja faktor yang membuat website sulit naik peringkat dan bagaimana solusinya? Simak ulasannya berikut!

1. Masalah Crawlability dan Indexing

Alasan paling dasar kenapa website tidak muncul di pencarian adalah karena Google memang belum menyimpan halaman website teman-teman di dalam database mereka.

Ya, logikanya sederhana, jika Google tidak bisa melihat atau membaca website kita, bagaimana website itu bisa tampil di hasil pencarian?

Nah, proses ini dibagi menjadi tahap, yaitu crawling dan indexing. Singkatnya crawling adalah proses dimana Google “melihat” website kita sebelum memutuskan untuk indexing (menampilkan di pencarian).

Masalah ini sering terjadi karena kesalahan pengaturan teknis. Misalnya, ada pengaturan di website yang memblokir robot Google untuk masuk (crawl), atau ada tag noindex yang menyuruh Google untuk mengabaikan halaman tersebut.

Coba cek dengan mengetik site:namadomain.com di kolom pencarian Google. Jika tidak ada hasil yang muncul, berarti ada masalah pada proses indexing.

Solusinya adalah pastikan file robots.txt tidak memblokir Google untuk masuk ke website. Lalu, daftarkan website ke Google Search Console dan submit peta situs (sitemap) untuk memudahkan Google menjelajahi website kita.

Baca juga: Mengatasi Masalah Indexing: Pengalaman 1 Bulan Usia Website

2. Menargetkan Kata Kunci dengan Kompetisi Terlalu Tinggi

Kesalahan umum pemilik website lama adalah menargetkan kata kunci yang terlalu umum dan populer, misalnya hanya menggunakan kata “sepatu” atau “baju muslim”.

Kata kunci pendek seperti itu biasanya sudah dikuasai oleh toko online raksasa atau website brand besar yang sulit digeser.

Sebaiknya, teman-teman mulai menargetkan kata kunci yang lebih spesifik dan panjang (long-tail keywords). Meskipun volume pencariannya lebih sedikit, persaingannya jauh lebih rendah dan pengunjung yang datang biasanya lebih siap untuk membeli atau membaca.

Karena faktanya, data menunjukkan bahwa 92% kata kunci yang dicari orang di internet adalah kata kunci panjang yang spesifik. Ini adalah peluang besar yang sering dilewatkan.

3. Konten Tidak Memenuhi Maksud Pencarian

Google saat ini sangat pintar dalam memahami apa yang sebenarnya diinginkan pengguna. Jika seseorang mencari “cara memperbaiki kran air”, Google akan menampilkan artikel panduan atau video tutorial, bukan halaman jualan kran air.

Inilah yang disebut maksud pencarian atau search intent. Walaupun artikel teman-teman sudah panjang dan bagus, jika isinya tidak menjawab apa yang dicari pengguna, Google tidak akan memprioritaskannya.

Jadi, sebelum membuat konten, coba ketik dulu judul yang teman-teman incar di Google. Lihat jenis konten apa yang muncul di halaman pertama. 

Silahkan analisis isi dari artikel-artikel tersebut, apakah itu artikel panduan, halaman produk, atau berita? Lalu buatlah konten yang sejenis dengan menambahkan informasi baru yang lebih lengkap.

4. Kualitas Konten Rendah atau Duplikat

Website yang sudah lama biasanya memiliki tumpukan konten yang mungkin sudah tidak relevan lagi atau terlalu singkat.

Konten yang hanya berisi satu atau dua paragraf tanpa memberikan nilai tambah sering disebut sebagai thin content atau konten tipis yang menurut Google kurang berkualitas.

Selain itu, hindari meniru atau menyalin konten dari website lain. Konten duplikat akan menurunkan peringkat website karena tidak original.

Solusinya, teman-teman perlu melakukan audit konten. Hapus atau gabungkan artikel-artikel pendek menjadi satu panduan yang lebih lengkap dan mendalam..

5. Struktur Internal Link yang Buruk

Penyebab selanjutnya website susah ranking, adalah karena tidak memiliki struktur internal link yang baik dari satu halaman ke halaman lain.

Internal linking atau tautan internal sangat penting agar bot Google bisa menelusuri seluruh halaman website teman-teman dengan mudah.

Internal link juga menjadi sarana pemandu bagi pengunjung saat berada di dalam website agar tidak bingung dan tersesat ke halaman yang salah.

Selain itu, tautan internal membantu mengalirkan otoritas dari halaman yang sudah populer ke halaman yang masih sepi pengunjung.

Jadi, pastikan setiap artikel saling terhubung secara logis agar pembaca betah berlama-lama di website teman-teman.

6. Masalah Kecepatan Website

Website yang sudah lama sering kali memiliki tumpukan data atau kode yang sudah tidak efisien lagi. Hal ini membuat waktu loading atau proses buka halaman menjadi lambat.

Google sangat memprioritaskan kenyamanan pengguna, dan website yang lambat adalah pengalaman yang buruk bagi pengunjung.

Teman-teman harus memperhatikan kecepatan akses ini karena Google secara resmi menjadikannya salah satu syarat untuk bisa naik peringkat.

Data menunjukkan bahwa jika waktu loading sebuah halaman meningkat dari 1 detik menjadi 3 detik saja, kemungkinan pengunjung untuk segera pergi meninggalkan website tersebut naik sebesar 32%.

Silahkan cek kecepatan website di PageSpeed Insight atau GTmetrix untuk melihat skor nya dan penyebab kenapa website lambat sebagai bahan untuk perbaikan.

7. Konten Kurang Menunjukkan E-E-A-T

Google memiliki standar penilaian kualitas konten yang disebut E-E-A-T, yaitu singkatan dari Experience, Expertise, Authoritativeness, dan Trustworthiness.

Website lama sering kali gagal ranking karena kontennya ditulis secara umum tanpa menunjukkan siapa penulisnya dan apa kompetensinya.

Teman-teman perlu menunjukkan bahwa konten tersebut dibuat oleh orang yang memang berpengalaman di bidangnya.

Misalnya, jika membahas tentang kesehatan, pastikan ada profil penulis yang memiliki latar belakang medis. Semakin transparan dan kredibel informasi yang teman-teman berikan, semakin besar peluang Google untuk menempatkan website teman-teman di posisi atas.

Pastikan juga untuk mencantumkan halaman tentang kami, kontak, dan kebijakan privasi yang jelas untuk meningkatkan nilai kepercayaan di mata Google.

8. Terkena Penalti Google

Terakhir, jika website teman-teman sudah lama tapi tiba-tiba hilang dari pencarian, ada kemungkinan website tersebut terkena penalti atau hukuman dari Google.

Hal ini biasanya terjadi jika di masa lalu teman-teman pernah menggunakan cara-cara optimasi yang dilarang, seperti menaruh terlalu banyak kata kunci secara paksa atau membeli backlink secara massal.

Teman-teman bisa mengecek hal ini di alat bantu Google Search Console pada menu Tindakan Manual. Jika ada peringatan di sana, segera perbaiki kesalahan tersebut dan ajukan peninjauan kembali agar website teman-teman bisa kembali bersaing di hasil pencarian.

Atau yang sering tidak disadari adalah menggunakan domain yang punya riwayat buruk, seperi pernah digunakan untuk situs terlarang atau link farm.

Jadi, sebelum membeli domain, pastikan untuk mengecek spesifikasi dan riwayatnya terlebih dahulu. Teman-teman bisa mampir ke archive.org untuk melihat rekam jejak domain tersebut.

Kesimpulan

Memiliki website dengan umur domain yang lama memang sebuah modal bagus, tapi itu saja tidak cukup untuk memenangkan persaingan di Google saat ini.

Untuk bisa naik peringkat, teman-teman harus memastikan website tersebut tetap relevan dengan standar terbaru, mulai dari kualitas konten yang memenuhi syarat E-E-A-T, kecepatan akses, dan sesuai dengan kebutuhan audiens.

SEO bukan hanya soal berapa lama website itu ada, tapi seberapa konsisten teman-teman memberikan manfaat bagi pengunjung.

Saran saya, mulailah dengan melakukan audit sederhana, cek apakah website sudah terindeks, perbaiki kecepatan loading, dan perbarui konten-konten lama agar kembali relevan dengan kondisi sekarang.

Baca juga: Berapa Lama SEO Mulai Kelihatan Hasilnya? Cek Timeline & Faktornya!

Referensi:

  • https://yoast.com/reasons-optimized-content-doesnt-rank/
  • https://ahrefs.com/blog/long-tail-keywords/

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top