
Saya mulai membuat website ini sekitar satu bulan yang lalu, tepatnya pada tanggal 2 November. Mulai dari membeli domain dan hosting hingga membangun struktur halaman dasar.
Setelah satu minggu, saya mencoba untuk mulai rutin mengisi konten artikel satu hari sekali. Dan alhamdulillah sampai saat ini hanya bolong 2-3 kali.
Namun, selayaknya website baru, problem yang paling sering terjadi adalah website tidak/belum terindex Google (Search Engine). Hal ini yang sering membuat kebanyakan orang bingung bahkan frustasi.
Berhubung website saya saat ini berulang tahun yang ke 1 bulan, saya akan merayakannya dengan membagikan pengalaman saya menangani permasalahan tersebut, yang mungkin terjadi juga di website teman-teman.
Oke mari kita bahas.
Setup Awal dan Daftar Google Search Console
Seperti biasa di awal setup setelah selesai membuat taxonomi struktur website dan halaman dasar, hal yang selanjutnya saya lakukan adalah memastikan website bisa lancar “komunikasi” dengan Googlebot.
Karena saya menggunakan wordpress, saya biasa menggunakan bantuan plugin yoast untuk mengatur beberapa elemen seperti sitemap dan robots.txt dengan mudah.
Saya menggunakan pengaturan default karena secara ini website pribadi dan kebutuhannya nanti tidak terlalu kompleks.
Setelah usia sekitar satu minggu dengan beberapa konten yang sudah saya publish, barulah daftar Google Search Console (GSC). Ini bukan berarti ada efek khusus ya, emang baru sempat aja.
Seperti biasa submit sitemap dan lain-lain. Singkat cerita sekitar satu minggu kemudian mulai ada laporan masuk.
Memastikan Crawlability Website Aman
Sesuai dengan tahap pertama cara kerja mesin pencari, hal pertama yang saya periksa di GSC memastikan proses crawling website lancar.
Teman-teman bisa buka GSC -> Settings -> Crawl stats. Disana terdapat laporan grafik berapa total crawl request dan response time.

Salah satu catatan saya disini adalah pastikan teman-teman menggunakan server hosting dengan performa yang cukup bagus, karena itu akan sangat berpengaruh.
Website saya menggunakan web hosting atau biasa dikenal shared hosting, sehingga performanya sangat fluktuatif.
Dimana ada beberapa momen angka average response time-nya naik drastis dalam artian cepat servernya lemot. Hal ini membuat googlebot menurunkan crawl request agar tidak membebani server.
18 November 2025, Cloudflare Down

Bagi website yang menggunakan layanan CDN dari Cloudflare pasti mengalami websitenya tidak bisa diakses beberapa hari yang lalu. Akibat dari kejadian ini di GSC saya muncul error 5xx di tanggal yang sama.

Namun, ini tidak masalah saya tidak mengambil tindakan apapun karena ini murni hanya problem server sementara. Setelah beberapa hari kemudian terselesaikan dengan sendirinya.
Discovered – currently not indexed

Seperti yang teman-teman tahu, GSC menyediakan beberapa laporan alasan halaman kita belum/tidak di index. Dan kali ini saya akan fokus pada dua laporan yang sering dialami.
Pertama adalah Discovered – currently not indexed atau jika atau dalam bahasa Indonesianya, Ditemukan – saat ini tidak di index.
Menurut dokumentasi Google dan Search Engine Land, laporan ini memberitahu halaman mana saja yang sudah ditemukan namun Google belum memutuskan untuk meng-crawl halaman tersebut. Jadi sewaktu-waktu bot bisa datang kembali tanpa mengulangi proses indexing dari awal.
Akan tetapi hal ini juga bisa terjadi karena ada penyebabnya, jadi yang saya lakukan adalah memastikan dulu beberapa hal agar tidak ada kendala di kemudian hari:
1. Server Issues
Ini adalah salah satu kendala yang terjadi di website saya dan penyebabnya adalah dibagian server atau hosting.
Karena saya menggunakan shared hosting (apalagi yang murah) sudah tentu akan sangat fluktuatif performanya.
Jadi yang bisa saya analisa dari sini adalah mungkin bot mampir pada saat jam ramai (biasanya siang) sehingga server overload dan membuat ia harus menurunkan proses crawl-nya agar tidak membebani server.
Dan ya analisa saya ini sejalan dengan grafik Crawl stats, dimana semakin tinggi angka response time maka semakin rendah total crawl request-nya.

Disini saya berfikir solusinya hanya dua yaitu:
- Upgrade/pindah hosting: tidak saya lakukan, karena tidak ada budget.
- Memaksimalkan CDN dan plugin: saya coba otak-atik pakai plugin supaya load interfacenya cepat dan coba setting CDN Cloudflare free, ya meskipun saya ragu apakah ini berpengaruh karena problemnya kan dari servernya.
Udah itu saja, selebihnya tinggal tunggu karena ini website baru, masih dalam proses “pengenalan” jadi wajar saja grafiknya naik turun kalau menurut saya. Nanti

Bisa dilihat, beberapa hari terakhir mulai rutin.
2. Minim Internal Link
Halaman yang memiliki sedikit atau tanpa internal link sama sekali yang mengarah ke dirinya juga bisa jadi salah satu penyebab.
Karena hal itu membuat Google beranggapan bahwa halaman itu tidak penting sehingga cenderung mengabaikannya.
Selain, itu internal link juga mempermudah bot saat merayapi halaman-halaman yang ada di website kita dengan lebih efisien.
Secara sederhananya bot tinggal melompat dari halaman satu ke halaman lain, sehingga tidak perlu mengulang prosesnya dari awal.
Jadi pastikan teman-teman mengatur struktur internal link yang baik.
Nah, kira-kira begitu cara saya menanggapi masalah Discovered – currently not indexed. Sebenarnya bisa jadi ada penyebab lain seperti crawl budget dan page quality.
Namun untuk crawl budget saya rasa tidak ada masalah karena ini website baru dan blog/portofolio sederhana jadi tidak memiliki struktur yang kompleks.
Sedangkan untuk page quality (kualitas halaman) sangat mungkin terjadi, namun menurut saya pribadi ini akan masuk ke laporan masalah berikutnya.
Crawled – currently not indexed
Laporan selanjutnya adalah Crawled – currently not indexed yang artinya Google sudah meng-crawl atau merayapi halaman tersebut dan memutuskan untuk tidak mengindeksnya untuk saat ini.
Jujur sampai saat ini belum ada laporan ini di GSC saya, dimana laporan terkahir pada tanggal 25 November 2025 kemarin. Dan Google juga beberapa hari lalu mengonfirmasi jika ada keterlambatan update informasi lewat akun linkedin mereka. Meski begitu kita akan tetap membahasnya.

Masalah tersebut penyebabnya bisa beberapa macam dan kita perlu melakukan sesuatu untuk mengatasinya:
1. Page Quality
Kemungkinan penyebab pertama adalah konten halaman yang menurut Google kurang berkualitas sehingga menganggap konten tersebut tidak cukup berharga untuk ditampilkan.
Di website baru saya ini, saya melakukan self-audit jujur-jujuran.
Apakah artikel yang saya tulis terlalu pendek (thin content)?
Apakah isinya hanya mengulang-ulang informasi umum yang sudah ada di ribuan website lain tanpa ada nilai tambah?
Sehingga, solusi yang saya terapkan adalah memperkaya konten tersebut.
Saya coba tambahkan opini pribadi, data pendukung, atau studi kasus nyata agar artikelnya lebih original.
Google sangat menyukai konten yang menunjukkan Experience, Expertise, Authoritativeness, and Trustworthiness (E-E-A-T). Jadi, pastikan konten kita bukan sekadar tulisan copy-paste yang dipoles sedikit.
2. Duplicate Content
Kemungkinan penyebab kedua adalah duplikasi. Google bingung menentukan mana halaman utama jika ada beberapa halaman yang isinya sangat mirip.
Pada kasus saya, karena menggunakan WordPress, terkadang halaman Category atau Tag memiliki cuplikan (snippet) yang terlalu panjang sehingga dianggap mirip dengan halaman artikel aslinya. Atau, mungkin kita tidak sengaja membuat dua artikel dengan topik yang terlalu beririsan (kanibalisasi keyword).
Jadi yang saya lakukan adalah mengecek kembali judul dan isi konten. Jika ada dua artikel yang membahas hal yang sama, lebih baik digabungkan menjadi satu artikel yang super lengkap, lalu lakukan redirect salah satu URL-nya. Atau menghapus salah satunya.
Ini jauh lebih efektif daripada memelihara dua halaman yang memiliki poin pembahasan yang sama.
3. Struktur Internal Link
Meskipun sudah dibahas sedikit di bagian Discovered, internal link juga krusial di tahap ini.
Halaman yang sudah di-crawl tapi minim inbound link bisa dianggap sebagai Orphan Page atau halaman yatim piatu. Dimana halaman yang terisolasi atau hanya punya satu link masuk sering dianggap “kurang penting” oleh Google.
Karena logikanya, jika halaman itu penting, seharusnya banyak halaman lain di website kita yang merekomendasikannya (memberi link), bukan? Jadi, saya membiasakan diri setiap kali posting artikel baru, saya akan membuka 2-3 artikel lama yang relevan, lalu memberikan link ke artikel baru tersebut.
The Waiting Game
Terakhir, dan yang paling menguji kesabaran. Kita harus sadar bahwa website berusia 1 bulan ibarat bayi yang baru lahir.
Google butuh waktu untuk mempercayai domain kita, fenomena ini sering disebut fase Sandbox, meskipun Google tidak pernah secara resmi mengakuinya.
Selama tidak ada pesan error merah yang fatal di GSC seperti manual action, status not indexed di awal-awal itu sangat wajar.
Fokus saya sekarang hanyalah konsisten. Saya tetap menulis artikel satu hari sekali, memastikan kualitasnya terjaga, dan membiarkan Google bekerja dengan ritmenya sendiri.
Semoga pengalaman satu bulan pertama ini bermanfaat bagi teman-teman yang juga sedang berjuang membangun website dari nol!
Referensi:
- https://searchengineland.com/understanding-resolving-discovered-currently-not-indexed-392659
- https://rankmath.com/kb/crawled-currently-not-indexed/