
Tahukah teman, lebih dari 80% konsumen Indonesia mencari informasi produk atau jasa di Google dan media sosial sebelum memutuskan membeli?
Artinya, sebelum mereka DM, chat WhatsApp, atau datang langsung, mereka sudah “mengintip” reputasi dan tampilan bisnis kita terlebih dahulu.
Masalahnya, banyak UMKM yang sebenarnya sudah punya website, tapi hasilnya tidak terasa. Pengunjung sedikit, yang tanya-tanya jarang, apalagi yang benar-benar beli.
Setelah ditelusuri, sering kali penyebabnya sederhana, yaitu fitur websitenya belum mendukung penjualan. Alhasil, teman-teman tidak benar-benar merasakan manfaat website untuk bisnis. Bentuknya ada, tetapi tidak bekerja sebagai alat pemasaran.
Oleh karena itu mari kita kenal fitur apa saja yang wajib ada di website UMKM yang bisa membuat calon pelanggan percaya hingga melakukan pembelian. Simak ulasannya berikut ini.
Fitur-Fitur Wajib untuk Website UMKM
Ada beberapa fitur-fitur penting yang wajib ada agar website teman-teman dapat bekerja maksimal.
Setiap fitur memiliki peran masing-masing, ada yang berfungsi menyediakan informasi, meningkatkan kepercayaan, mendorong konversi/penjualan, berikut di antaranya:
a. Identitas & Navigasi (Kesan Pertama)
Bagian pertama adalah tentang kesan pertama, tahap ini menentukan apakah pengunjung akan bertahan atau langsung keluar dalam hitungan detik.
Membuat desain website bukan hanya soal selera, tapi bagaimana membuat pengunjung langsung paham “Ini bisnis apa?” dan “Apa yang harus saya lakukan selanjutnya?”
1. Header & Logo yang Jelas
Saat pengunjung masuk ke website, hal pertama yang mereka cari adalah identitas bisnisnya. Itulah kenapa logo yang ditempatkan di kiri atas menjadi standar desain yang mudah dikenali.
Menu navigasi pun sebaiknya dibuat sederhana, cukup beberapa pilihan inti seperti Beranda, Produk, Tentang Kami, Testimoni, atau Kontak.
Jika terlalu banyak menu atau penuh dengan dropdown, pengunjung bisa merasa kewalahan karena tidak tahu harus mulai dari mana. Navigasi yang ringkas membuat perjalanan mereka lebih mudah dan tidak melelahkan.
2. Hero Section (Banner Utama)
Begitu website tampil saat dibuka, hero section langsung berperan memberikan gambaran besar tentang apa yang teman tawarkan.
Di sini, value proposition harus disampaikan dalam satu kalimat yang jelas, misalnya seperti “Kue rumahan premium tanpa pengawet.” Kalimat ini membantu pengunjung langsung memahami bahwa mereka berada di tempat yang tepat.
Di bagian ini pula, tombol ajakan atau CTA harus muncul dengan warna mencolok, misalnya “Lihat Katalog” atau “Pesan Sekarang.”
CTA memudahkan atau men-trigger pengunjung untuk melakukan tindakan mereka lebih cepat.
3. Desain Responsif
Karena sebagian besar orang Indonesia mengakses internet lewat HP, tampilan website harus tetap rapi, cepat, dan mudah digunakan meski layarnya kecil.
Misalnya, kalau teksnya berantakan atau gambar terlalu besar, pengunjung bisa langsung kehilangan minat.
Oleh karena itu, website yang responsif memastikan pengalaman pengguna tetap menyenangkan, apa pun perangkat yang mereka pakai.
Baca juga: 17 Contoh Website Bisnis Anti-Mainstream untuk Inspirasi UMKM (Edisi 2026)
b. Fitur untuk Membangun Kepercayaan (Trust Building)
Karena banyak UMKM belum memiliki nama besar, pengunjung biasanya butuh lebih banyak bukti sebelum mereka yakin untuk membeli.
Sehingga, website harus mampu menunjukkan bahwa bisnis kita benar-benar nyata, terpercaya, dan mampu menyediakan produk atau layanan seperti yang dijanjikan.
4. Halaman Tentang Kami/About Us
Bagian ini sering dianggap sepele, padahal justru sangat berpengaruh. Pengunjung ingin tahu siapa orang di balik bisnis ini, bagaimana perjalanannya, dan apa nilai yang membuatnya berbeda.
Cerita tentang awal usaha, tantangan, atau motivasi pribadi bisa membuat bisnis terasa lebih dekat.
Apalagi jika ditambah foto pemilik atau tim, hal sederhana seperti ini membuat pengunjung merasa bahwa mereka sedang berinteraksi dengan manusia, bukan entitas anonim.
5. Testimoni & Review Pelanggan
Tidak ada yang lebih meyakinkan daripada mendengar pengalaman orang lain yang sudah membeli terlebih dahulu.
Testimoni pelanggan, baik berupa screenshot chat WhatsApp, rating bintang, atau foto real pengguna produk, memberikan social proof yang sangat kuat.
Ketika calon pelanggan melihat bukti nyata bahwa orang lain puas, mereka akan merasa risiko membeli menjadi lebih kecil. Apalagi jika testimoni ditata dalam grid rapi, kesannya akan lebih profesional.
6. Sertifikasi & Legalitas
Jika teman punya sertifikasi seperti Halal, BPOM, PIRT, atau pernah masuk liputan media, jangan ragu untuk menampilkannya.
Logo-logo kecil ini sering kali menjadi faktor penentu, terutama bagi pelanggan baru. Mereka merasa lebih tenang karena tahu bisnis kita bukan sekadar jualan online abal-abal, tapi usaha yang benar-benar menjalankan proses dengan standar yang tepat.
c. Fitur Konversi (Mendorong Pembelian)
Setelah pengunjung mulai tertarik, website harus memudahkan mereka untuk mengambil tindakan. Semakin sedikit hambatan yang mereka temui, semakin besar kemungkinan terjadinya pembelian.
7. Tombol WhatsApp (Floating Button)
Di Indonesia, sebelum membeli orang biasanya ingin tanya dulu. Dari stok, warna, varian, sampai ongkir, semua pasti ditanyakan lewat chat.
Karena itu tombol WhatsApp yang selalu terlihat di layar menjadi fitur wajib. Pastikan tombol ini langsung membuka jendela chat, bukan hanya menyimpan nomor.
Dengan begitu, pengunjung bisa langsung memulai percakapan tanpa langkah tambahan yang merepotkan.
8. Katalog Produk/Layanan yang Detail
Katalog produk adalah “etalase digital” yang harus mampu menjelaskan dengan lengkap apa yang teman jual. Foto yang tajam dan bisa diperbesar membantu pengunjung melihat detail produk.
Selain itu, pastikan untuk menulis deskripsi yang jelas, mulai dari ukuran, bahan, warna, hingga cara pakai, supaya mencegah salah paham.
Pastikan juga harga yang ditampilkan transparan dan up-to-date, agar pembeli tidak merasa ditipu dan tidak kembali lagi.
9. Halaman FAQ (Tanya Jawab)
Fitur tanya jawab cepat membantu teman-teman untuk menjawab pertanyan yang sering ditanyakan agar tidak berulang-ulang menangani pertanyaan yang sama.
Teman-teman bisa menyediakan satu halaman khusus yang menjawab pertanyaan umum seperti ongkir, COD, retur, hingga garansi, pengunjung bisa mendapatkan jawaban tanpa perlu chat dulu. Cara ini mempersingkat proses dan membuat pengalaman mereka lebih nyaman.
Baca juga: Panduan Lengkap Membuat Website Bisnis untuk UMKM
Penutup
Jadi itulah tadi beberapa fitur penting yang wajib ada dalam website UMKM. Jadi pastikan beberapa fitur tadi ada di dalam website teman-teman.
Perlu diingat setiap fitur memiliki peran masing-masing. Dari situ teman-teman bisa evaluasi apa yang kurang dan bagian mana yang harus diperbaiki.
Misalnya jika angka bounce rate halamanya tinggi, mungkin banner atau hero image teman-teman kurang menarik sehingga membuat pengunjung langsung pergi.
Tidak harus langsung menyiapkan semuanya sekaligus. Mulailah dari fitur yang paling penting, lalu lengkapi sambil jalan. Yang terpenting, website benar-benar dipakai untuk mendukung penjualan, bukan hanya jadi pajangan.