7 Fungsi CTA dalam Pemasaran Digital Marketing

Fungsi CTA

Teman-teman pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah Call to Action atau CTA. Elemen ini memegang peran kunci dalam keberhasilan strategi promosi digital.

Seringkali kita menemui kasus di mana engagement atau trafik pengunjung sudah tinggi tetapi angka penjualan justru masih rendah.

Masalah tersebut biasanya terjadi karena pengunjung merasa bingung mengenai langkah apa yang harus mereka ambil selanjutnya.

Oleh karena itu kita akan membahas secara langsung mengenai fungsi CTA yang mampu mengubah pengunjung pasif menjadi pelanggan aktif bagi bisnis teman-teman.

1. Mengubah Pengunjung Menjadi Leads dan Pelanggan

Fungsi paling mendasar dari sebuah CTA adalah memastikan pengunjung tidak hanya datang untuk membaca, tetapi juga melakukan transaksi atau pendaftaran.

Tanpa adanya ajakan yang jelas, pengunjung cenderung akan meninggalkan website begitu saja setelah mendapatkan informasi yang mereka cari. Hal ini tentu merugikan karena teman-teman kehilangan potensi pelanggan yang seharusnya bisa didapatkan.

Penting untuk dicatat bahwa jenis ajakan yang spesifik jauh lebih ampuh daripada ajakan yang terlalu umum.

Data dari HubSpot bahkan menunjukkan bahwa CTA yang dipersonalisasi memiliki performa 202 persen lebih baik dibandingkan CTA biasa. Angka ini membuktikan bahwa ajakan yang relevan sangat berpengaruh terhadap keputusan pembelian pengunjung.

2. Mengarahkan Alur Pengunjung dengan Jelas

Fungsi selanjutnya adalah sebagai penunjuk jalan bagi pengunjung website teman-teman. Ibarat rambu lalu lintas di jalan raya, CTA memberitahu pengunjung ke mana mereka harus melangkah setelah membaca sebuah paragraf atau melihat foto produk.

Keberadaan tombol ini sangat penting untuk mencegah pengunjung merasa bingung atau tersesat di dalam website.

Jika teman-teman meletakkan CTA yang tepat, alur kunjungan mereka akan menjadi teratur, misalnya dari membaca artikel blog lalu diarahkan menuju halaman produk.

Dengan alur yang terarah, pengalaman mereka saat berselancar di website teman-teman akan menjadi jauh lebih nyaman.

3. Mengurangi Kebingungan Pengunjung

Perlu teman-teman ketahui bahwa pengguna internet umumnya ingin mendapatkan informasi dengan cepat dan mudah.

Jika sebuah halaman memberikan terlalu banyak pilihan tanpa arahan yang jelas, pengunjung justru akan merasa malas untuk berpikir dan akhirnya memilih untuk pergi. Di sinilah CTA berfungsi untuk menyederhanakan pilihan tersebut.

Dengan menyediakan satu tombol ajakan yang jelas, teman-teman membantu pengunjung untuk fokus pada satu tindakan saja tanpa perlu menebak-nebak. Hal ini terbukti sangat efektif dalam dunia pemasaran digital.

Sebuah studi kasus dari WordStream menunjukkan bahwa email yang hanya memiliki satu CTA tunggal mampu meningkatkan klik sebesar 371 persen dan menaikkan penjualan hingga 1617 persen dibandingkan email yang memberikan banyak pilihan.

4. Alat Ukur Keberhasilan Konten

Fungsi keempat yang tak kalah penting adalah sebagai alat ukur kinerja website teman-teman. Tanpa adanya tombol aksi, teman-teman akan kesulitan menilai apakah sebuah artikel atau halaman penawaran benar-benar efektif memikat hati pembaca.

Jumlah pengunjung yang banyak belum tentu menjamin keberhasilan jika tidak ada interaksi yang terjadi.

Melalui jumlah klik yang terjadi pada sebuah CTA, teman-teman bisa mendapatkan data konkret mengenai seberapa menarik penawaran yang diberikan. Data ini nantinya sangat berguna untuk melakukan evaluasi.

Jika jumlah klik masih sedikit, artinya teman-teman perlu memperbaiki kalimat penawaran atau desain tombolnya agar lebih meyakinkan.

5. Memilah Pengunjung Berdasarkan Minat

CTA juga berfungsi sebagai alat seleksi untuk mengetahui siapa sebenarnya pengunjung website teman-teman.

Dengan memberikan pilihan tombol yang berbeda, teman-teman bisa mengelompokkan pengunjung ke dalam kategori yang spesifik sesuai kebutuhan bisnis.

Sebagai contoh, teman-teman bisa membuat dua tombol berbeda dalam satu halaman penawaran, seperti tombol untuk pemula dan tombol untuk profesional.

Ketika pengunjung memilih salah satu tombol tersebut, teman-teman jadi mengetahui level pemahaman mereka. Informasi ini sangat berharga agar teman-teman bisa memberikan penawaran atau konten lanjutan yang paling cocok bagi mereka di kemudian hari.

6. Mempercantik Tampilan dan Kenyamanan Baca

Keberadaan tombol CTA ternyata sangat berpengaruh pada tampilan visual website teman-teman.

Artikel yang hanya berisi deretan teks panjang seringkali membuat mata lelah dan membosankan untuk dibaca. Di sinilah tombol CTA hadir untuk memecah kepadatan teks tersebut.

Penempatan tombol dengan warna yang kontras di sela-sela paragraf akan membuat halaman terlihat lebih rapi dan menarik. Hal ini membuat pengunjung lebih betah berlama-lama di website teman-teman karena konten terasa lebih ringan untuk dibaca.

Karena secara tidak langsung, desain yang nyaman ini akan meningkatkan pengalaman positif pengunjung terhadap merek teman-teman.

7. Menciptakan Rasa Mendesak

Fungsi terakhir yang sangat ampuh adalah memanfaatkan kondisi psikologis pengunjung untuk segera mengambil keputusan.

Teman-teman bisa menggunakan kata-kata pada tombol yang menyiratkan keterbatasan waktu atau jumlah, seperti penawaran terbatas hari ini atau stok tinggal sedikit.

Teknik ini membuat pengunjung merasa takut ketinggalan jika tidak mengklik tombol tersebut saat itu juga.

Strategi ini terbukti sangat efektif secara data. Riset dari CXL menyebutkan bahwa menambahkan elemen urgensi dan kelangkaan pada sebuah penawaran dapat meningkatkan tingkat konversi hingga 332 persen.

Setelah membahas poin-poin di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa CTA merupakan elemen kecil dengan dampak yang sangat besar dalam pemasaran digital.

Tanpa adanya ajakan bertindak yang jelas, konten sebagus apa pun tidak akan menghasilkan penjualan yang optimal bagi bisnis teman-teman.

Sekarang adalah saat yang tepat bagi teman-teman untuk mengecek kembali website masing-masing. Perhatikan apakah tombol ajakan yang ada sudah cukup jelas dan menarik.

Jika teman-teman ingin mendapatkan tips seputar strategi digital marketing lainnya, silakan berlangganan newsletter kami untuk update artikel terbaru.

Baca juga: 75 Contoh Kata-kata CTA Ampuh untuk TikTok, Instagram, Landing Page

Referensi:

  • https://blog.hubspot.com/marketing/personalized-calls-to-action-convert-better-data
  • https://www.wordstream.com/blog/ws/2022/04/19/digital-marketing-statistics
  • https://cxl.com/blog/creating-urgency/

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top